Sabtu, 29 Agustus 2020

Puan yang Merayu

@Klipingsastra
...
Puan yang merayu, merayu rindu pada hasrat yang ingin dimiliki. Berharap akan titik temu pada kekasih yang membuat hatinya candu. Nyatanya pertemuan itu sulit untuk dilakukan, bahkan terkadang kesedihan-kesedihan menaungi lorong dari istana cintanya. 

Puan memilih menitipkan rasa rindunya pada bait-bait puisi yang ia tulis. Semua daun-daun cinta di halaman hatinya, ia tak ingin menyembunyikannya. Ia akan berbagi wujud nyata cintanya dalam puisi sederhana yang tertulis.

Lewat puisi. Puan yang merayu, bebas merdeka berekspresi tentang perasaannya. Tentang bagaimana puan mengeja rindu, ia belajar untuk memilih mengalah pada jarak.

Puan yang merayu, akan menciptakan sejarahnya sendiri. Merayu rindu akan waktu pun cinta kekasihnya diwakilkan pada diksi di dalam puisinya.

***
Lusy Mariana Pasaribu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar