@kulturtava
...
Aku tidak tahu, entah apa yang menyebabkan hatimu dingin dan membatu dariku.
Kau tahu, aku jatuh tergelincir pada kegelisahan tanpa hadirmu. Ini sikap bekumu yang kesekian, pergi menghilang sesukamu. Kusadari, sejak kau menghilang, aku sendiri, sepi dan melihat diriku terhempas karena itu.
Sampai-sampai aku mendramatisir setiap hal yang terjadi di semestaku.
Mungkin benar, kau adalah seseorang yang menebarkan candumu pada hatiku. Hingga aku memutuskan untuk menunggu dan memberimu waktu.
Dalam penantian, akhirnya aku menemukanmu. Kau kembali walau tanpa penjelasan. Saat aku meminta penjelasan, kau mengaku butuh waktu dan ya, aku mempercayaimu.
Setidaknya, kau sudah pulang menuju semestaku.
Kuharap kau tak lagi seperti ini, hatiku tak mau lagi kalah pada kehilangan. Yang pasti. Hadirmu, menggugurkan daun-daun kegelisahanku.
Kau sudah menguasai ruang di hati dan pikiranku. Dan aku tahu, aku telah bersungguh-sungguh jatuh hati kepadamu. Kuingin, kau menetap di ruang hati dan pikiranku.
Aku juga ingin. Kau tak lagi dingin, membatu atau menghilang tanpa alasan.
***
Lusy Mariana Pasaribu
[Rantau Prapat, 31.08.2020, 15:55]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar