Selasa, 26 Januari 2021

Sebab Kesejahteraanmu adalah Kesejahteraanku

@kulturtava
...
Bilamana perihal jeda dan kesenjangan yang payah merumitkan kita, aku yang harus mengalah. Karena aku paham batasanku. Luka yang kuterima darimu, tidak akan membuatku jera mencintaimu. Sebab kesejahteraanmu adalah kesejahteraanku. 

Bagaimana pun, ada rasa syukur dalam diriku, bahwa kau adalah bagian dari hidupku. Selain luka, aku merasakan banyak kebahagiaan darimu. Aku tak lupa itu. 

Benar, kau seseorang yang ada di muatan hatiku. Selama kau masih bernafas dan selama aku masih bernafas, aku rela kalah-mengalah demi kenyamanan kita. Walau terkadang, aku memilih untuk berpura-pura di depanmu. 

Ya, akan ada saatnya. Karena kesenjangan yang payah, kau mengundang gelisah bagiku. Namun, pemahamanku terhadapmu tak akan kubiarkan mati. Aku akan tetap menyambutmu di hatiku. Kau salah satu dari beberapa kampung halaman yang ada di hidupku. 

Terkadang aku sulit membaca dirimu, ada saatnya di suatu detik, kau menjadi udara yang ramah. Seperti air gula yang manis. Di suatu detik yang lain, kau seperti udara yang kotor. Seperti air deras yang keruh. Atas hal ini, aku tak ingin menjadi pecundang. Dan membuat jiwaku jatuh pada keluh kesah. Apa lagi sampai melestarikan air ratapan yang penuh pertanyaan.

Yang pasti, kau merupakan sejarah yang mengisi ruang-ruang buku kehidupanku. Sejarah yang memberi banyak kenangan. Seperti teka-teki zaman, kau sulit ditebak. Mempunyai keindahan dari sepi dan keramaian yang kau timbulkan. Ah, tak seharusnya aku membiarkan diriku berlebihan menanggapi sikapmu. Sebab kesejahteraanmu adalah kesejahteraanku. Titik. 

***
Rantauprapat, 26 Januari 2021
Lusy Mariana Pasaribu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar