Kamis, 13 November 2025

Antara Kebenaran dan Sepenggal Kebencian


Pixabay
...

Bukan sekedar bersama dan baik-baik saja, ketika gesekan menggoda kenapa memilih jatuh dan menjadi batu. Monster menguasai, lelah dan muak. Kenapa lagi-lagi seperti ini? Apakah ini tandan dan awal kebisingan yang mengganggu, tak ada yang tahu.

Malam tadi hari ketiga belas di bulan kesebelas, ada kesialan menghampiri. Ada hujan menghantarkan dosa yang merayu. Antara kebenaran dan sepenggal kebencian, merasa tersakiti dan berhak untuk marah, merasa lebih benar dan mengintimidasi. Entah akan menjadi apa selepas malam ini?

Ada apa dengan hati? 

Ada kesenjangan mendominasi, seperti mengalami disabilitas, ada-ada saja keributan dibiarkan menganga dalam jiwa, ketika jauh ingin mendekat, namun ketika dekat ingin menjadi retak, tak ada lagi cinta, tak ada lagi kepedulian. Yang ada hanya kepedihan dan air mata.

Beberapa jam sebelum malam Ini habis, semoga tidak ada keheningan yang tak teruraikan, hanya berharap itu terjadi. Mata telanjang ini tidak ingin menonton layar kehidupan tentang hal-hal yang tidak seharusnya esok hari,  bullshit tentang kepura-puraan, memuakkan. 

Antara kebenaran dan sepenggal kebencian itu adalah catatan dan plot twist malam ini, masih ada empat puluh delapan hari menghabiskan tahun ini, berharap tidak menemukan hal-hal yang seperti malam ini lagi, tahu kenapa? karena tidak ingin berziarah ke masa lalu.

***

Rantauprapat, 13 November 2025

Lusy Mariana Pasaribu 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar