Sabtu, 17 Agustus 2024

[Ulang Tahun Ibu] Mencintai Selalu dan Selamanya

Mencintai Selalu dan Selamanya
Hari ini 17 Agustus.

Hari ini Indonesia kembali merayakan kemerdekaan untuk yang ke 79 tahun.

Hari ini juga seorang perempuan yang melahirkanku merayakan hari ulang tahun yang ke 59 tahun, selamat ulang tahun untuk Indonesia terlebih selamat ulang tahun untuk perempuan itu. Ya,  perempuan itu ibuku.

Puisi mencintai selalu dan selamanya, entah tanggal dan tahun berapa itu aku tulis. Sejujurnya aku tidak lagi mengingat itu dengan pasti tapi puisi tersebut juga sudah aku posting di halaman blog pribadi dan juga blog Kompasiana, aku perlu cek ulang tanggal pasti terpost di halaman Kompasiana. Puisi ini sudah disurakan oleh teman literasi dan menjadi sampul dari artikel ini. Puisi ini  menggambarkan bagaimana perasaanku terhadap orang tuaku. Aku berharap mereka selalu mencintai walau tidak dipungkiri 42 tahun lebih mereka sudah berumah tangga banyak kerikil dan badai besar sudah menghantam mereka, walau demikian puji Tuhan mereka berhasil melaluinya hingga hari ini mereka masih bersama.

Dan puisi itu dibacakan dengan indah, oleh teman literasiku yang berasal dari daerah Lampung. Sudah cukup lama memang ini dibacakan karena hampir kurang lebih 3 tahun aku sudah tidak lagi berkecimpung dengan dunia berbagi karya dengan pembacaan puisi. Tidak tahu pasti apa yang menyebabkan itu tapi bersyukur lebih dari ratusan karyaku sudah dibacakan teman literasi dari berbagai daerah.

Untuk ibuku, sudah banyak juga puisi yang tertulis. Ibuku perempuan tangguh dengan segala hidup hiruk pikuk seorang perempuan pastinya. Aku pernah menjadi perempuan yang nakal terhadap ibuku, perempuan dewasa yang tidak pernah dewasa. Aku sering mengumpat, sering mengeluh, sering tidak tahu berterima kasih, aku sadar aku salah. Sering pula aku tidak mencintai ibuku, dasar anak payah. Tapi sejauh ini aku hidup, aku selalu meminta pada Tuhan, jika ada yang lebih dulu pergi aku berharap itu aku daripada orang tuaku terlebih daripada ibuku. Aku takut ditinggalkan mereka. Aku sangat-sangat takut. Karena ibuku ada sandaranku. 

Mencintai selalu dan selamanya seperti judul artikel ini, aku mau belajar untuk menghidupi itu hari lepas hari. Berharap juga kedua orang tuaku menghidupi ini, mencintai selalu dan selamanya bukan tidak ada badai tapi tentang menghargai komitmen. Selamat ulang tahun ibuku, bahagia selalu di hari tuamu. Bahagia selalu bersama ayah dan juga kami anak-anakmu. Bersama  cucu-cucu tak ketinggalan menantu laki-lakimu bu,  karena kalau menantumu perempuan belum tahu kapan datang, karena per tahun ini anak laki-laki ibu masih ada di bangku sekolah.

Terima kasih bu, untuk segalaku dan pengorbanan yang kau berikan. 

***

17 Agustus 2024

Lusy Mariana Pasaribu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar