Pixabay
...
Sudah cukup aku menerima semua pembodohan ini, kau bukan lagi hasratku. Seringkali kau hanya menyuapi jiwaku dengan pasal-pasal kesengsaraan. Mataku ingin beralih dari matamu
Hampa sudah ada di dalam rasaku.
Aku saja yang terlalu takut untuk pergi, terlalu cemas akan beberapa hal
Apa yang salah denganku, aku mempertanyakan hal itu?
Hingga aku alami trauma psikis karenamu, ketidakwarasan membelengguku
Aku ingin memutuskan rantai yang mengekangku, ingin melepaskan diri darimu, aku tak ingin diam lagi. Tak ingin menghancurkan hatiku lebih lama
Pikirku, mau sampai kapan aku tertekan. Membiarkan diriku selalu memetik bunga yang layu dari kekacauan yang kau lakukan
Dan kini, akhirnya pencerahan membasuh hatiku
Kuciptakan keberanian untuk mengatakan kisah dan kebersamaan kita telah "SELESAI" dan aku akan berjuang tanpamu di sisiku
Ini kebebasan yang kupilih
Dan setelah ini, aku tak akan membutakan mata dan hatiku terhadap pembodohan yang kuterima
Biarlah amunisi kebahagiaa akan kembali menyegarkan relung hatiku
***
Lusy Mariana Pasaribu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar