...
Kita tenggelam dalam skenario rasa. Dan kita bebas memilih, apakah kita akan menghadirkan kebahagiaan atau kesenduan pada orang lain
Kita bisa berserikat dan melangkah bersama dalam perbedaan. Bisa pula kita menghentikan langkah, saling menjatuhkan dan memetik kedamaian orang lain. Itu tergantung pilihan kita
Dan harusnya, kita tetap berusaha untuk melautkan diri pada penerimaan
Dalam hidup, kita perlu menerapkan estetika nilai-nilai kebenaran. Agar kita tak salah meletakkan nilai dalam meneruskan kurva perjalanan. Ini tentang naluri jiwa dan arti dalam hidup
Karena setiap kita adalah partikel dari himpunan-himpunan dalam denting waktu di kehidupan ini
Dan tentunya tak ada kisah dan peristiwa yang terjadi tanpa seizin sang empunya semesta
***
Lusy Mariana Pasaribu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar