Payah, sakit yang masuk diam-diam. Pernah menjadi seperti seorang malaikat, ternyata hanya bualan tersembunyi dalam kanvas putih.
Hari kedelapan bulan ketujuh, menimbulkan rekam jejak yang menyakitkan. Malam dingin disertai gerimis menjadi malam yang kaku dan beku, pernah menjadi cerita yang menyenangkan tapi malam ini menjadi cerita yang dipilih untuk selesai.
Menjelaskan tentang rasa sakit dan kehilangan dari cerita yang dipilih untuk selesai. Dan cerita tentang rasa sakit malam ini tidak untuk diselesaikan kepada orang lain tapi hanya dikubur dalam hati dan kepala seorang diri.
Ada cinta malam ini tapi ada pula luka. Ada belati ada sakit tapi tidak berdarah, karena memang benar-benar cinta selalu memberikan kebahagiaan. Dan malam ini kembali menjadi perempuan tanpa kepala, cerita yang dipilih untuk selesai secepatnya akan dilupa dan sengaja terlupa.
Sialnya harus merasakan malam ini, bajingan yang harus dikompromi. Hahha, Ingin rasanya menertawakan kebodohan diri sendiri. Ah, sudahlah. Karena sudah sakit pun harus tetap bertahan.
***
Rantauprapat, 08 Juli 2025
Lusy Mariana Pasaribu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar