Kamis, 14 Desember 2023

Menggugat Diam

@kulturtava
...

Menjadi dewasa ternyata tidak mudah, hidup penuh luka dan dikorbankan.

Siapa yang menabur, siapa yang menuai. Ketika kejujuran ditinggal pergi, ada yang di kambing hitamkan. 

Gagal menyelamatkan diri, tidak ada yang perduli bahkan jika mati yang akan terjadi. Apakah akan ada penyesalan, sepertinya tidak.

Hari ke lima belas bulan ke dua belas, adalah sejarah baru dalam hidup.

Damn, membencimu adalah kata-kata yang tepat untuk diberikan pada tersangka yang meninggalkan kejujuran. Seseorang tidak hidup dengan layak belakangan ini. Sial memang.


Akhirnya hari ini hujan kejujuran dibuka. Di sana di kamar sempit, seorang perempuan menangis.

Akhirny memilih untuk bicara, menggugat diam adalah hal yang harus dilakukan. 

Pertanyaan gagu yang akhirnya tidak menjadi gagu. Hujan pagi ini ada satu kisah yang usai tapi belum selesai. 

Ah, ini adalah kisah kehidupan yang disembunyikan dengan diam. Sedang terluka, isi kepala penuh dengan keributan. 

Pagi ini, akhirnya berhasil menggugat diam. Rekam jejak yang baru kembali tercipta. Kepada luka, mau tak mau harus berdamai dan menerima.

Rantauprapat, 15 Desember 2023

Lusy Mariana Pasaribu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar