Rabu, 05 Juli 2023

Di Sebuah Tempat, di Dalam Gelap

@kulturtava
...
Menyia-nyiakan hidup, sibuk dengan waktu luang yang penuh kekonyolan. Tak ada cinta yang dihargai. Terlalu banyak cerita yang buat diri tersesat. Dasar bajingan, sontoloyo.

Siapa yang menabur, namun siapa yang menuai. Ironisnya kehidupan.

Muak dengan semua ini. Tak pernah tahu akan dilahirkan di mana dan di besarkan dengan keadaan apa. Tak pernah boleh bersuara apa lagi menuntut.

Yang bisa dilakukan adalah, berdansa dengan penerimaan walau rasa sakit yang selalu ada. Bak pohon anggur yang tidak riap tumbuhnya, pagi dan malam seolah terbunuh, tak pernah tenang teduh.

Di sebuah tempat, di dalam gelap. Itulah zona nyaman yang dibutuhkan. Persembunyian yang tepat. Keheningan diri tanpa gangguan.

Berbeda, lantas selalu diperlakukan semaunya. Sepertinya semua hanya kamuflase, kepalsuan belaka.

Diam, pergi, lalu menghilang.

Seringkali ingin manjadi pencuri, mencuri kebahagiaan orang lain. Bodoh memang, angkuh. Keinginan konyol bukan. 

Berkhianat pada kenyataan hidup, hahhah.

Di sebuah tempat, di dalam gelap. Memilih bernafas dengan baik, tidak keropos dalam kesadaran. Mencoba menertawakan diri sendiri dan keadaan yang sontoloyo.

Tidak terbakar dan mati dalam kata-kata yang membunuh. Damn!

Why do you love? Entah di hari yang kapan, di hiruk pikuk dunia yang fatamorgana, ada yang bisa membuat  menyatakan pertanyaan itu. 

***
Rantauprapat, 06 Juli 2023
Lusy Mariana Pasaribu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar