Diammu Itu
.
.
Tepat di malam ke dua puluh lima bulan Juni tahun dua ribu sembilan belas
Ada kebisuaan yang berterbangan di dalam dirimu
Bilik hatimu pun dihinggapi kegelisahan yang tak mau kau bagi
Aku bisa merasakan kau sedang terluka dan itu menghantarkan irama kesenduan di hatiku
Ketika kau selalu diam, itu menggelisahkanku dan aku tenggelam dalam kekhawatiran
Hal itu menjadikan diriku tak mudah untuk menjalani hari karena aku mengalami kerumitan yang teramat dalam
Aku pun bercengkerama dengan kidung kesedihan
Bahkan aku tak mampu melukiskan keindahan karena angin kesepian yang berhembus kencang di hatiku karena diammu
Jangan biarkan sikap diammu terus bertahta di samudera hatimu
Itu akan membuat jiwamu dicengkram kesunyian dan kekosongan hati seorang diri
Berharap akan ada kedamaian yang menghampiri hatimu
Hingga kau bisa membuka diri dan aku bisa kembali lagi merasakan kenyamanan pun kebahagiaan bersamamu
***
Lusy Mariana Pasaribu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar