Selasa, 22 Januari 2019

Pernikahan Yang Di Jodohkan Juga Bisa Memiliki Cinta Dan Sudah Bertahan 37 Tahun

Apakah orang yang tidak memiliki cinta bisa menikah?, tentu saja jawabnya iya. Tapi apakah bisa bertahan, kembali kepada orang yang menjalankan pernikahan itu.
Orang tuaku menikah pada tanggal 22 Januari 1982, tepat pada hari ini orang tuaku sudah menjalani pernikahan selama 37 tahun. Dan dikaruniai 5 orang anak, 4 anak perempuan dan 1 anak laki-laki. Bahkan di tahun ini orang tuaku sudah memiliki 2 menantu laki-laki dan 3 orang cucu.

Bukan hal yang mudah bagi orang tuaku menjalani tahun pernikahan hingga hari ini, karena di masa-masa awal orang tuaku sering ribut dan bertengkar hebat dan pernah beberapa kali ingin berpisah satu dengan yang lain "cerita orang tuaku".

Karena orang tuaku tidak pernah berpacaran, hanya beberapa kali bertemu dan setelah itu mereka menikah. Orang tuaku dijodohkan oleh orang tuanya orang tuaku, seperti zaman Siti Nurbaya.

Orang tua aku tak kuasa menolak perjodohan itu, karena dari cerita yang kudengar kalau bapak ibuku tidak menikah akan putus tali silaturahmi antara marga bapakku dan marga ibuku.

Mau tak mau mereka tetap melangsungkan pernikahan demi kebahagiaan orang tua, tidak ada cinta atas landasan pernikahan mereka. Yang ada hanya keterpaksaan demi menyenangkan keluarga.


Aku masih ingat,  aku melihat pertengkaran mereka. Tapi yang kulihat walaupun mereka beberapa kali ingin berpisah tapi tetap saja mereka tidak sampai di tahap perpisahan karena ibuku bilang anak-anak yang akan jadi korbannya. Jadi ibuku tetap bertahan dalam pernikahan.

Berjalannya waktu walau tidak dalam  kurun waktu yang singkat, akhirnya aku menyadari dan merasakan ada cinta di antara bapak ibuku.

Pernikahan yang dijodohkan juga bisa memiliki cinta, ketika benar-benar sudah menyadari dan menerima keadaan dengan hati yang ikhlas. Walau orang tuaku mungkin tidak pernah mengucapkan kata-kata i love you seperti orang-orang berpacaran pada umumnya,

Pernikahan yang sudah dijalankan orang tuaku akhirnya menciptakan cinta bagi mereka sendiri, cinta dalam pernikahan. Walau diketahui banyak gelombang,  dinamika, bahkan  batu yang terjal dalam pernikahan, tapi ketika disadari bahwa dalam pernikahan 2 orang sudah dipersatukan oleh Tuhan dan miliki sikap saling menghargai, saling membangun, saling mengalah dan saling mendukung satu dengan yang lainnya maka dengan demikian cinta dalam pernikahan itu akan tumbuh.

Ketika sudah siap melangsungkan pernikahan apapun motivasinya dan karena apapun harus mengerti dan menyadari pernikahan itu adalah janji suci mengikat dua orang dalam satu ikatan. Berharap pernikahan yang sudah di jalani orang tuaku selama 37 tahun pada hari ini, mereka tetap dipenuhi cinta kasih, baik antara suami dan istri baik antara orang tua dan anak.

Aku bersyukur orang tuaku sudah mempertahankan pernikahan mereka selama 37 tahun pada hari ini. Berharap aku masih bisa menikmati pertambahan tahun tahun pernikahan mereka kedepannya.

22 Januari 1982 - 22 Januari 2019
Hari jadi pernikahan orang tuaku yang ke 37 tahun

@lusymarianapasaribu
   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar