Sebelum kita berdoa Tuhan sudah tahu apa yang akan kita doakan. Sebelum kita meminta Tuhan juga sudah tahu apa yang menjadi kebutuhan kita. Tapi yang sering dilakukan manusia adalah memanfaatkan Tuhan. Mungkin benar setiap hari manusia itu berdoa, tapi apakah doa yang dilakukan manusia itu adalah benar-benar doa, doa sebagai hubungan pribadi dengan Tuhan atau hanya doa untuk mengatakan permohonan dan permintaan.
Bukan salah nyatakan permintaan dan keinginan kita dalam doa, bukan salah pula minta berkat dalam doa pada Tuhan. Karena Tuhan Empunya segalanya. Tapi seharusnya doa yang kita lakukan dan panjatkan pada Tuhan bukan semata-mata karena permintaan dan karena berkat. Sebab tanpa berdoa minta berkat menurutku berkat tentu saja akan diterima, berlakunya hukum tabur tuai. Misalnya manusia itu mengerjakan sesuatu pasti akan menuai dari apa yang dia kerjakan. Contohnya manusia menanam mangga di ladangnya, kalaupun si penanam mangga tadi tidak berdoa tapi si penanam mangga mengerjakan dan mamperhatikan tanaman mangganya dengan baik, mangaa nya tadi akan berbuah dengan baik pula.
Dan sering terjadi manusia hanya berdoa jika di dalam keadaan yang gersang, masalah yang berat, sakit penyakit ancaman ekonomi dan hal-hal buruk lainnya. Manusia akan berdoa dengan tidak jemu-jemu hingga doanya terjawab, dan ketika keadaannya sudah baik manusia sering lupa dan mengabaikan Tuhan sang pemberi jawaban doa tadi.
Berdoalah dengan jemu-jemu bukan hanya sebagai permintaan doa tapi karena doa itu adalah hubungan yang intim dengan Tuhan, berdoalah senantiasa dengan tekun. Karena doa Itu adalah ucapan syukur berdoalah karena doa itu ada komunikasi kita kepada Tuhan. Berdoalah kepada Tuhan sebab itu cara kita menyampaikan apa apa saja yang kita rasa kepada Tuhan, bukan hanya pada saat situasi kita buruk bahkan ketika situasi kita baik sekalipun harus kita tetap berdoa.
Jadikan doa sebagai gaya hidup, apapun situasi apapun keadaan tetaplah berdoa.
@lusymarianapasaribu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar